Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Januari 2013

OSING PENERUS BLAMBANGAN

ada beberapa data yg menguatkan wong osing adalah pewaris blambangan.....

wong osing adalah sisa wong blambangan bisa dilihat dari perjalanan sejarah ;

1. sinuhun tawang alun yang mendirikan kerajaan di daerah hutan Sudiamara atau macan putih.daerah tsb berada di wilayah kec kabat.sampai sekarang penduduknya masih penutur bahasa osing.

2. Pemberontakan Rempeg jogopati terkonsentrasi di daerah bayu,songgon.(songgon terletak di kec songgon.dan sampai sekarang masih penutur aktif osing)

3. Pemberontakan wong Agung Willis di banyuwangi.

4. Sayu Wiwit yang di tugaskan Rempeg Jogopati menghadang belanda di jember,sampai sekarang menyisakan sebagian masyarakat daerah jember masih menggunakan bahasa osing.seperti daerah puger……………….

5. Banyaknya nama-nama desa (yang tercantum dalam Babad blambangan)sampai sekarang nama desa tsb masih ada terutama di lingkaran segitiga emas.

6. Susuhunan Tawang Alun adalah raja blambangan terakhir, melahirkan/mempunyai hubungan keluarga tokoh-tokoh seperti agung wilis,Rempeg Jogopati.rempeg jogopati/mas pakis berasal dari desa pakis

7 .Makam mas Surongganti di desa gladag ( penutur osing aktif).Tawang Alun I memiliki Putra :Gede Buyut,Mas Ayu Widharba,Mas Lanang Dangiran (Mbah Mas Brondong),Mas Senepo/Mas Kembar,Mas Lego.selanjutnya Mas Lego menurunkan MAS SURANGGANTI dan MAS SURODILOGO (MBAH KOPEK)

8. kutipan Van Wikkerman mengatakan ”Sebagian dari mereka yang berhasil melarikan diri kedalam hutan telah meninggal karena kesengsaraan yang dialami mereka. Yang lainnya menetap dihutan-hutan seperti; Pucang Kerep, Kali Agung, Petang dan sebagainya. Dan mereka bersikap keras tetap tinggal dalam hutan dengan segala penderitaannya. (Balambangan Indisch Gids II th. 1923 h. 1060)..———-petang berada di daerah kec kabat,kaligung-rogojampi,pucang kerep?….

9.kutipan makalah sri margana, tahun 1930-an yang menyebut dirinyanya ‘insider‘‘menyatakan ,Nama “oesing” yang biasa digunakan untuk menyebut orang Blambangan di ujung timur (Jawa).

10.Dengarlah dia menyanyikan gendingnya, “Cengkir Gading” dan menggerakan kipasnya, lalu rakyat Blambangan yang dewasa dan masih anak-anak mengalir ke suatu tempat dan di luar kesadaran mereka riwayat yang telah lampau diproyeksikan kembali, irama yang gembira dari tarian Ciwa di Chidambaram, tariannya si Gandri di Cungking, pusat dari segala-galanya, yakni dalam hati manusia. (Gandroeng Van Banjoewangi, John Scholte, 1927). sumber,http://osingkertarajasa.wordpress.com/OSING PENERUS BLAMBANGAN 1

tidak hanya pewaris blambangan

kalau menurut saya spirit dan karakter orang Osing dekat dengan spirit Majapahit


Quote:Original Posted By katasyapa â–º
tidak hanya pewaris blambangan

kalau menurut saya spirit dan karakter orang Osing dekat dengan spirit Majapahit


Kalo nggak salah denger malah pemberontak Majapahit,om?Bingung (S)

Om numpang tanya, di kerajaan blambangan ada ga raja yg namanya raja sembada ?

CMIIW, makasiSmiliepe

Lanjut kang

Lare Osing Jenggirat Tangi

Salaman

menarik kang..I Love Indonesia (S)
ayo dibabar lagi, numpang nyimak..

ayoo kang dilanjut tread kyak gedigi,,
laros jenggirat tangiI Love Indonesia

kalo ogut berfikir kalo osing ini adalah bekas orang orang majapahit yg tersingkir lalu pergi ke arah timur jawa, dan mereka nga mau merubah keyakinan agamannya... karena itu di sebut osing... benar nga yah???

wah menarik ikai

Lanjutaken wyakBig Grin

kerajaan blambangan tempatnya berpindah2, di jember pernah, di songgon, muncar dan di kabat ...perpindahan tersebut dikarenakan banyak hal mulai perang saudara, bencana meletusnya gunung ijen yang diyakini memendam kerajaan blambangan, dan menurut orang dulu apabila terjadi kemelut di dalam wilayah kerajaan maka diharuskan untuk memindah lokasi pemerintahan karena sudah dianggap tempat yg tidak baik...
dan belanda sempat menghabiskan banyak emasnya untuk melawan dan mengusir penjajah dari bumi blambangan...
kerajaan blambangan juga luas...

sepengetahuan ane osing itu perpaduan antara bali dan madura...
CMIIW


Quote:Original Posted By Kissanddestroy â–º


Kalo nggak salah denger malah pemberontak Majapahit,om? Bingung (S)


itu hanya persoalan politik, masalah perebutan kekuasaan oleh ahli waris

Bhre Wirabumi vs Ratu Suhita, sama2 trah majapahit.

Tapi karena kalah oleh Ratu Suhita, yang dianggap "sah" ...
jadilah Bhre Wirabumi, Raja Blambangan dianggap pemberontak. Cerita Sejarah ini yang mendasari cerita fiksi MenakJinggo.


Quote:Original Posted By blueispan â–º
kerajaan blambangan tempatnya berpindah2, di jember pernah, di songgon, muncar dan di kabat ...perpindahan tersebut dikarenakan banyak hal mulai perang saudara, bencana meletusnya gunung ijen yang diyakini memendam kerajaan blambangan, dan menurut orang dulu apabila terjadi kemelut di dalam wilayah kerajaan maka diharuskan untuk memindah lokasi pemerintahan karena sudah dianggap tempat yg tidak baik...
dan belanda sempat menghabiskan banyak emasnya untuk melawan dan mengusir penjajah dari bumi blambangan...
kerajaan blambangan juga luas...

sepengetahuan ane osing itu perpaduan antara bali dan madura...
CMIIW


di jember gan? ada peninggalannya ga?
stau ane di daerah kecamatan puger kabupaten jember, dialek bahasanya mirip dialek osing gan
apa bener di situ?

wiih baru denger nih ,ane seneng banget baca tret tenteng sejarah n budayaKiss

monggo di lanjjutI Love Indonesia (S)

itu peninggalan nya dmn gan
asyik jg belajar sejarah


Quote:Original Posted By katasyapa â–º
tidak hanya pewaris blambangan

kalau menurut saya spirit dan karakter orang Osing dekat dengan spirit Majapahit
--------yups

Quote:Original Posted By dedesuwenda â–º
Om numpang tanya, di kerajaan blambangan ada ga raja yg namanya raja sembada ?

CMIIW, makasi Smiliepe

setahu sy gak ada gan...

Quote:Original Posted By blueispan â–º
kerajaan blambangan tempatnya berpindah2, di jember pernah, di songgon, muncar dan di kabat ...perpindahan tersebut dikarenakan banyak hal mulai perang saudara, bencana meletusnya gunung ijen yang diyakini memendam kerajaan blambangan, dan menurut orang dulu apabila terjadi kemelut di dalam wilayah kerajaan maka diharuskan untuk memindah lokasi pemerintahan karena sudah dianggap tempat yg tidak baik...
dan belanda sempat menghabiskan banyak emasnya untuk melawan dan mengusir penjajah dari bumi blambangan...
kerajaan blambangan juga luas...

sepengetahuan ane osing itu perpaduan antara bali dan madura...
CMIIW


blambangan berdiri sendiri boss,..misal tarian gandrung,tdk bisa diasumsikan berasal dari bali, gandrung sendiri sdh ada di bali,bwi, lombok. yang masing2 punya sejarahnya sendiri.,seperti jg kata using ukan berasal dari bali,kata sing/hing sendiri adalah basa jowo kuno/sansekerta.-----



Quote:Original Posted By poporiu â–º


di jember gan? ada peninggalannya ga?
stau ane di daerah kecamatan puger kabupaten jember, dialek bahasanya mirip dialek osing gan
apa bener di situ?


kan-tong-kantong penutur Bahasa Using antara lain; di Paiton, Panarukan-Situ-bondo, dan Desa Blendungan-Bondowoso. Sedangakan di Kabupaten Jember, komunitas penutur Bahasa Using cukup banyak karena dalam sejarahnya, in-digienuis people (penduduk asli Jember) sebenarnya adalah “Wong Using”, ka-rena pengaruh orang Madura dan orang Jawa akhirnya Wong Using di Jember menjadi minoritas. Sisa-sisa komunitas Using di Jember:

1. Kampung Using (dekat stasiun kereta api kota Jember)
2. Biting, Arjasa, Jember
3. Desa Kemiri, Kecamatan Panti
4. Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan
5. Kecamatan Puger

Senin, 31 Desember 2012

Kerajaan Tanjung Jaya, Kerajan yang hilang di Jakarta




Spoilerfor sejarah:



Tanjung Jaya, Kerajaan
Kerajaan yang didirikan sepupu Ragamulya, Raja Pajajaran yang bernama Wangsatunggal. Hal tersebut bisa diketahui dari naskah Wangsakerta. Lokasi Tanjung Jaya diperkirakan di Kampung Muara, Kelurahan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, di pinggir "kali kimpoi", temuan Kali Ciliwung dengan Kalimati (Kalisari)/Kali Cijantung. Ini berarti Wangsatunggal memindahkan pusat Kerajaan Tanjung Kalapa (taklukan Tarumanagara) dari Condet ke Tanjung (Barat). Wangsatunggal kemudian mengganti nama Tanjung "Kelapa" dengan Tanjung "Jaya". Tepatnya lokasi Istana Tanjung Jaya di atas sebuah areal tanah seluas 800 meter. Istana menghadap ke utara, terbukti dengan adanya sumur lobang buaya dengan kulem di bagian utara lokasi. Menjadi eiri khas istana-istana di wilayah Jawa sebelah barat adanya sumur tua di depan istana. Bahkan di bagian depan Istana Pajajaran (Lawang Gintung) terdapat 7 buah sumur.

sumber http://www.jakarta.go.id/jakv1/encyc...ia/detail/3168








Spoilerfor sejarah part 2:



Kerajaan Tanjung Jaya

Kerajaan Tanjung Jaya berlokasi di wilayah yang sekarang menjadi kota Jakarta Selatan, tepatnya di Kampung Muara, Kelurahan Tanjung Barat. Kerajaan Tanjung Jaya membawahi kota yang bernama Jayakerta. Istana Tanjung Jaya menghadap ke utara di dengan luas sekitar 800 meter. Di depan sumur tersebut terdapat sumur alami dengan berdiameter 35 cm. Sumur tersebut kemudian dinamakan sumur lubang buaya.

Kerajaan ini didirikan pada tahun 1333, dengan pendirinya adalah Wangsatunggal (sepupu dari Prabu Ragamulya Luhur Prabawa / raja Sunda ke-30). Pada awalnya kerajaan ini merupakan kerajaan bawahan Kerajaan Sunda, tetapi ketika Sunda-Galuh bersatu dengan nama Pajajaran, maka Kerajaan Tanjung Jaya menjadi wilayah bawahan Pajajaran.

Raja-raja selanjutnya dari kerajaan ini adalah Ragamulya, Munding Kawati, Mental Buana, Banyak Citra, Cakralarang, dan Kinawati. Kelak Kinawati ini menikah dengan Prabu Surawisesa (raja Pajajaran).

Kerajaan ini merupakan kerajaan kecil namun sangat ramai, hal ini dikarenakan Kerajaan Tanjung Jaya merupakan kerajaan yang ditugaskan Pajajaran untuk mengatur Pelabuhan Kalapa (salah satu pelabuhan terbesar di Nusantara saat itu). Kejayaan Pelabuhan Kalapa yang merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Nusantara, membuat iri Kesultanan Demak dan Kesultanan Cirebon.

Akhirnya pada tahun 1527, kerajaan ini mendapatkan serangan dari pasukan Fatahillah (Demak) dan Cirebon. Maksud serangan ini adalah ingin menaklukan wilayah ini. Seluruh pembesar kerajaan Tanjung Jaya dan pasukannya dibantu sebagian pasukan Pajajaran yang disiagakan disana tidak mampu menahan gempuran yang datang, akhirnya melarikan diri ke ibukota Pajajaran di Pakuan. Kemudian seluruh wilayah Tanjung Jaya termasuk pelabuhan Kalapa jatuh ke dalam kekuasaan Demak. Sedangkan Fatahillah sebagai panglima pasukan Demak, ditunjuk sebagai Bupati Kalapa.

Setelah berhasil direbut Demak, nama Kerajaan ini diganti oleh Fatahillah dengan sebutan Jayakarta pada tanggal 22 Juni 1527 yang sekarang dijadikan hari jadi kota Jakarta. Nama Jayakarta diambil mengacu pada nama kota yang telah ada di wilayah itu, jadi sebenarnya bukan Fatahillah yang menciptakan nama tersebut. Fatahillah kemudian mendirikan keraton Jayakarta sebagai pusat pemerintahannya.

Jabatan bupati Jayakarta kemudian berturut-turut dipegang oleh Ki Bagus Angke (menantu dari Hasanuddin), kemudian beralih ke anaknya yang bernama Pangeran Sungarasa Jayawikarta.

Setelah wilayah Jayakarta diserahkan pada Kesultanan Banten, maka penguasa wilayah ini juga ditunjuk oleh Banten. Tapi penguasa-penguasa yang memimpin di Jayakarta sering terlibat perselisihan dengan pusat (Kesultanan Banten) dan kurang disenangi oleh rakyat setempat, sehingga ketika VOC datang menyerang keraton Jayakarta pada tahun 1916, maka keraton ini dapat dengan mudah direbut dan dikuasai VOC.

sumber http://www.jakarta.go.id/jakv1/encyc... />





assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh

buat para sepuh dan aktifis forsup, mohon maaf kalo tulisan ane acak kadut, maklum baru pertama kali nulis di forsupSmilie

ane mau cerita tentang kampung legend, crita yang waktu ane kecil sering di ceritain sama enyak or nenek ane.
sebenernya bukan kampung legend juga, karena masalah kerajaan tanjung jaya udah ada di web pemerintahan DKI (liat sumber spoiler sejarah).
nah tapi disini, ane mao cerita versi yang pernah ane denger tentang kerajaan tanjung jaya dari para orang tua TS.

jadi kalo versi enyak ane sih, dulu emang tuh di deket kali muara (nama pangkalan kali ciliwung) ada kerajaan, yang mimpin cewek, orang orang dulu nyebut dia ratu janebah, dia tuh islam, karena kalo dia mao pegih kemana mana sebelum dia jalan ama kereta kudanya, itu di adzanin dulu baru dah dia pegih, dan konon katenye waktu ane masih kecil mah (awal tahun 90an) masih sering kedengeran suara kuda ama kereta lewat kalo malem di deket kali, katanya.

nah disitu ada sumur tua, sumur rumah baba haji kontong, kalo mnurut crita crita orang tua sih, di bawah tanahnya, ada terowongan ghoib, ato malah terowongan asli, itu terowongan katanya mah ada yang sampe nembus ke cirebon.

oke ane kasih beberapa perfotoan yang ane ambil kemaren



Spoilerfor foto 2:




Kerajaan Tanjung Jaya, Kerajan yang hilang di Jakarta 2
poto kebon baba haji kontong

Kerajaan Tanjung Jaya, Kerajan yang hilang di Jakarta 3
dulu ini tahun 1930an bekas rumah baba haji kontong, waktu ane kecil cuma tinggal puing2 doank

Kerajaan Tanjung Jaya, Kerajan yang hilang di Jakarta 4
yang ketutup kedebong pisang ama akar itu bekas sumur baba haji kontong






LANJUTAN

nah pas mingkin kebawah tuh kita bakalan nemuin kali ciliwung, kalo orang orang sini bilang mah namanya pangkalan kali muara, atasan dikit kali wa jalim, trus bawahnya kedung muara.

nah kalo soal masalah kali nih, kalo kata bapak ane nih, ni kali tahun 70an terkenal banyak orang orang gede (soalnya yang kesitu pada bawa mobil) yang mandi di situ pas malem2 pada bulan tertentu contohnye malem 1 suro letak mandi nya di pertemuan antara kali ciliwung sama kali cijantung.

waktu ane masih jaman SMA maen silat betawi, kalo malem 1 suro juga sering disuruh turun kesitu, katanya sih buat nggedein nyali ama mental aje. malem dingin tapi aernya anget plus di situ ada puun rengas gede bener,

nah konon katenye tuh puun ada yang nungguin berupa siluman uler cewek, ama buaya buaya dah, kalo buaya sih dari kecil ane di biasain buat kaga takut, soalnya kalo kata orang tua dulu buayanya tuh masih betua, masih kompi leluhur kite. mereka kaga bakalan ganggu malahan sering ngebantuin, entar nyelametin sodara yang nyari ikan lagi banjir nganyut trus nyangsrang di puun bambu lah, trus nahan rumah2 supaya kaga kebawa aer kalo ada banjir jakarta.

nah tuh mahluk ghoib slain bermukim disitu juga, pada nungguin pusaka pusaka, ane kaga tau persis dah apaan aja , tapi kalo dari yang ane denger dari crita crita mah, ada keris, ada golok, batu mereh delime ama mahkota di pala tuh uler apa ya?


beberapa perfotoan tentang kali



Spoilerfor foto 1:




Kerajaan Tanjung Jaya, Kerajan yang hilang di Jakarta 5
kali ciliwung

Kerajaan Tanjung Jaya, Kerajan yang hilang di Jakarta 6
pangkalan kali muara, dulu waktu ane kecil nih pangkalan gede, orang pada nyuci, njala ikan dan ane termasuk yang kalo pulang sekolah langsung ngobak di kali ampe sore Big Grin

Kerajaan Tanjung Jaya, Kerajan yang hilang di Jakarta 8
puun rengas kealingan puun bambu, cuma keliatan akar sama bagian bawah poon nya aja, agak susah ngambil poto sebrang kali, gara gara kali udah jarang orang nyaba, jadi tuh banyak puun liar tumbuh, pokoknya kaga keurus dah skarang kalinya.

Kerajaan Tanjung Jaya, Kerajan yang hilang di Jakarta 9
nah ini lagi pertemuan kali ciliwung ama kali cijantung, kealingan puun bambu yang bala banget







untuk benda benda peninggalan yang pernah di ceritain nenek ane sbnernya banyak tapi ane udah lupa, soalnya itu pan crita waktu ane kecil, sampe katanya ada boneka emas lah dll.

PRAKATA
buat para sepuh dan aktifis forsup, sgitu dulu aja deh crita dari ane, maaf kalo bahasanya belepotan.
buat para sepuh yang mungkin bisa menerawang tentang daerah ane, ane seneng banget deh kalo sepuh juga ngeshare ke ane soal apa yang sepuh liat. bakalan jadi masukan yang berarti banget buat ane.Smilie
dan buat yang penasaran dan kali aja mao ngliat mistik dan pusaka kampung ane, maen aja ke kampung muara RT3 RW3 kelurahan tanjung barat jakarta selatan. Insya Alloh penduduk nya welcome semua.Smilie

makasih buat yang udah baca kampung legend yang di critain ama orang2 tua ane
wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh



Spoilerfor foto 3:




Kerajaan Tanjung Jaya, Kerajan yang hilang di Jakarta 12
jalan pulang ke rumah, utan bambu

Kerajaan Tanjung Jaya, Kerajan yang hilang di Jakarta 13







wallahualam bissawab

Rabu, 26 Desember 2012

@@[SHARE] Pict & Video Cagar Budaya@@

Pamuji rahayu katur dumatheng para pini sepuh lan para sedherek forbud/forsup ingkang dahat kinurmatan. Sebelumnya saya mohon maaf apabila salah kamar dan ripos, hanya sekedar berbagi foto2 dan video2 cagar budaya yg pernah saya kunjungi Peace

Cagar budaya yg saya maksud diantaranya :
- Candi baik yg utuh maupun reruntuhan
- Makam kuno dan keramat
- Petilasan atau pertapaan dari para tokoh terkenal
- Mata air bisa berwujud sendang, pancuran, belik dll yang dipercaya memberikan tuah
- Arca atau patung bersejarah
- Tempat ibadah yg bernilai sejarah atau keramat Peace

Kami sangat berharap share dari para rekan2 sekalian berupa :
- Pic atau Video dari cagar budaya, kalau bisa hasil jepretan sendiri Peace ....kalo dari jepretan org lain tentu atas ijin yg punya gambar Big Grin
- Cerita2 dari situs atau cagar budaya tsb kalau bisa yg berbau supranatural, mumpung forbud masih dibawah forsup Peace
- Mohon kritik dan sarannya, sebab ini trit pertama saya, sebelumnya hanya penggembira alias junker di forbud/forsup Peace

masih belum banyak....akan terus di update selama stok masih ada dan pas gak males Hammer

CANDI


Candi Ijo
dan reliefnya
Candi Barong
Candi Abang atau Piramida yg terpendam Peace
Candi Banyunibo
Candi Kalasan
Candi Sari
Candi Sambisari
Candi Sambisari kiriman mbah Suzaku Musha Angkat Beer
Candi Gebang
Candi Gebang kiriman mbah Suzaku Musha Angkat Beer
Candi Sumberawan kiriman mbah patih.djelantik Angkat Beer
Candi Kidal dan Candi Jago kiriman mbah Prabuanom Angkat Beer
Candi Klodangan
Situs Dawang Sari
Candi Miri
Candi Kedulan
Candi Plaosan Lor
Candi Plaosan Kidul
Candi Palgading kiriman mbah nomaterjhobin Angkat Beer
Komplek Candi Arjuna Dieng kiriman mbah A.W.Bhumi Angkat Beer
Candi Gunung Wukir
Candi Gunung Sari
Candi Palgading
Candi Sumberawan kiriman mbah semplon Angkat Beer
Candi Singosari + Dwarapala kiriman mbah semplon Angkat Beer
Candi Kidal kiriman mbah semplon Angkat Beer
Candi Jago kiriman mbah semplon Angkat Beer
Candi Penataran kiriman mbah semplon Angkat Beer
Candi Grajegan kiriman mbah nomaterjhobin Angkat Beer
Candi Karang Besuki / Candi Gasek kiriman mbah engsap Angkat Beer
Candi Badut kiriman mbah engsap Angkat Beer
Candi Badut kiriman mbah coffin Angkat Beer



PERTAPAAN/PETILASAN, GOA


Pertapaan Mintaraga

Goa Limang Rakit
Goa Sentono
Goa Selomangleng kiriman mbah Prabuanom Angkat Beer
Situs Gua Siluman kiriman mbah Suzaku Musha Angkat Beer
Petilasan Raja SonakMalela (Simangunsong, Marpaung, Napitupulu, & Pardede) kiriman MasUcox Angkat Beer
Cepuri Parangkusumo
Pertapaan Kembang Lampir
Petilasan Mbah Atas Angin, Pancuran 7, Baturraden kiriman mbah coffin Angkat Beer
Gua Kiskendo Kulonprogo kiriman mbah ezgoing Angkat Beer
Petilasan Ki Ageng Mangir
Wanawisata Pringgondani 1, 2, 3



MATA AIR

Sumur Gumuling
Umbul Sungsang kiriman mbah ezgoing Angkat Beer



Makam Keramat

Makam Sisingamangaraja XII kiriman MasUcox Angkat Beer
Makam Raja Sidabutar I II III kiriman MasUcox Angkat Beer
Makam Ki Ageng Pengging Sepuh/Andayaningrat
Makam Syekh Magelung Sakti kiriman mbah banyulumut Angkat Beer
Makam Ki Ageng Karanglo
Makam Ki Kebo Kanigoro kiriman mbah banyulumut Angkat Beer
Astana Giriloyo
Makam Ki Ageng Mangir
Makam Ki Dalang Panjang Mas Gunung Kelir



LAIN LAIN

Situs Watu Gudig
Prasasti Kalasan kiriman mbah Prabuanom Angkat Beer
Artefak Dewi Hariti kiriman mbah Prabuanom Angkat Beer
Situs Payak
Siatas Barita, Salib kasih kiriman MasUcox Angkat Beer
Tugu Parsadaan (persatuan) Hariandja - Onan-Runggu kiriman MasUcox Angkat Beer
Tugu Parsadaan Toga Samosir - Onan-Runggu kiriman MasUcox Angkat Beer



Iseng iseng

Iseng iseng
Perjalanan om Coffin dalam rangka mencari Piramid di jogja Big GrinPeace
Pameran Keris estetika



Mari kita kunjungi situs2 bersejarah atau keramat disekitar kita sebagai salah satu bentuk kecintaan pada budaya sendiri sambil menyempatkan diri meneng/hening disitu kalau memungkinkan untuk mencharge energi spiritual kita disamping mendoakan leluhur yg sumare disitu sebagai bagian dari MEMAYU HAYUNINGRAT, berwisata budaya sekaligus wisata spiritual adalah bagian yg tak terpisahkan I Love Indonesia